Dua Bulan Awal 2016, Penjualan Motor Sport Dekati Bebek

Penjualan Motor Sport 150cc Laris Manis di Dua Bulan Awal 2016 – Sepeda motor jenis sport, terutama kelas entry-level semakin digemari konsumen Indonesia. Hal ini terbukti dengan larisnya penjualan motor sport pada dua bulan awal tahun 2016 ini. Sesuai dengan data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), jumlah penjualan motor jenis sport hampir menyamai penjualan jenis motor bebek. Bahkan selisih penjualan jenis sport dan bebek hanya berjumlah sangat tipis.

penjualan-motor-sport-150cc-laris-manis-di-dua-bulan-awal-2016

Dari data AISI, penjualan semua merek motor bebek anggota AISI adalah 109.113 unit, atau sebanyak 11,59 persen dari total penjualan semua merek sepeda motor di Tanah Air. Angka itu adalah catatan penjualan pada periode Januari-Februari 2016.

Setali tiga uang dengan motor bebek, penjualan motor jenis sport pun juga mencatatkan angka yang sangat signifikan. Tercatat, penjualan motor sport pada dua bulan awal tahun 2016 adalah sebanyak 16.264 unit, atau setara dengan 11,29 persen.

Sebelumnya, di periode yang sama sepanjang tahun 2015 yang lalu, motor bebek tetap menempati posisi teratas dengan prosentase penjualan di angka 13,24 persen. Sementara motor sport hanya mendapat porsi sebanyak 11,48 persen.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala menyatakan bahwa jika mengacu pada tren yang berkembang, penjualan motor sport bisa menyalip penjualan motor bebek, meskipun selisihnya akan tetap tipis.

“Karena penggemar motor underbone (motor bebek) masih banyak sih. Ya yang kayak pekerja, yang di daerah-daerah, yang nganterin surat-surat itu masih (pakai motor bebek),” kata Sigit, seperti dilansir oleh laman Oto Detik, Jumat (11/3).

Meningkatnya penjualan motor jenis sport, menurut Sigit, dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya, warga di luar kota lebih memilih motor jenis sport ketimbang bebek sebagai kendaraan harian. Selain itu, saat ini juga semakin banyak perusahaan yang menggunakan motor sport sebagai kendaraan operasionalnya.

Lebih lanjut Sigit menambahkan bahwa potensi motor sport untuk mengungguli motor bebek memang tetap terbuka lebar.

“Kalau disurvei ke konsumen, motor idaman itu motor sport. Mungkin terinspirasi dari MotoGP mungkin,” imbuhnya.

Semakin terjangkaunya harga motor sport terutama yang berkapasitas mesin 150-200cc juga diklaim bisa semakin membuatnya laris manis di pasaran.

“Sport masih di level Rp 20 jutaan. Kalau dari cc mungkin 150-200cc,” ucap Sigit lagi.

Kedepannya, ia memprediksi bahwa motor sport dan motor bebek kemungkinan akan mencatatkan penjualan yang seimbang.

“Tahun ini kurang lebih komposisinya akan sama,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *