Berapa Ongkos Bikin SIM C Khusus Motor 250cc dan 500cc?

Klasifikasi SIM C Berdasarkan Kapasitas Mesin Motor Diberlakukan Mei 2016 – Kepolisian Republik Indonesia memastikan bahwa Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor atau SIM C akan diklasifikasikan menjadi tiga golongan berdasarkan kapasitas mesin sepeda motor. Aturan baru mengenai klasifikasi SIM C ini rencananya akan mulai diberlakukan pada bulan Mei 2016 mendatang dengan kategori SIM C standar untuk sepeda motor berkapasitas di bawah 250cc, lalu SIM C1 untuk motor di atas 250cc, serta terakhir SIM C2 untuk pengguna kendaraan bermotor dengan kapasitas mesin di atas 500cc.

klasifikasi-sim-c-berdasarkan-kapasitas-mesin-motor-diberlakukan-mei-2016

Lalu, berapa ya biaya pembuatan masing-masing kategori SIM C tersebut? Kombes Pol Unggul Sedyantoro mengatakan bahwa pada dasarnya semua mekanisme kepemilikan SIM akan tetap sama dengan yang diberlakukan sekarang, termasuk biayanya.

“Pada dasarnya semua sama seperti sekarang. Misalnya kalau mau bikin baru harus tes teori dan praktek. Termasuk biaya. Saya kira biayanya masih sama Rp 100 ribu saja,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Liputan6.com pada Jumat (8/1).

Berdasarkan informasi dari laman situs Satu Layanan, biaya pembuatan SIM baru untuk sepeda motor memang Rp 100 ribu. Tetapi jika pemohon SIM ingin melakukan uji keterampilan mengemudi menggunakan alat simulator maka pemohon akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50 ribu serta biaya asuransi sebesar Rp 30 ribu.

Namun biaya pembuatan SIM C kategori baru ini masih tentatif atau masih ada kemungkinan berubah nominalnya.

Pada kesempatan berbeda, Kakorlantas Polri Irjen Pol Condro kirono beberapa waktu yang lalu sempat menyatakan bahwa biaya pembuatan SIM C masih akan dibahas bersama Kementerian Keuangan RI. Jadi, masih ada kemungkinan bahwa ongkos pembuatan SIM C1 dan C2 akan lebih tinggi dari biaya pembuatan SIM C standar.

Sebagai informasi, penggunaan SIM C berdasarkan klasifikasi kapasitas mesin motor rencananya akan diterapkan pada bulan Mei 2016 mendatang. Sebelumnya, wacana penglasifikasian SIM C sesuai dengan kapasitas motor sudah lama didengungkan.

Ke depannya, untuk mendapatkan SIM, setiao orang tetap harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus ujian, sesuai yang tertuang pada Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, nantinya juga akan ada perbedaan kebijakan untuk penggolongan SIM C di mana sebelum memiliki SIM C1 atau C2, pengguna sepeda motor harus sudah memiliki SIM C standar terlebih dahulu. Usia minimal pemohon SIM C1 dan C2 pun juga akan dibatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *