Yamaha Tak Berdaya, Ini Kata Vinales

MotoGP 2017 menjadi mimpi buruk bagi Yamaha. Mereka gagal bersaing dalam perburuan gelar juara dunia. Bahkan, raihan Yamaha di MotoGP musim 2017 merupakan salah satu catatan terburuk mereka dalam sedekade terakhir.

Maverick Vinales. Foto: Autosport
Maverick Vinales. Foto: Autosport

Tak pelak, keterpurukan Yamaha membuat pabrikan asal Jepang itu mendapat banyak sorotan. Alih-alih melakukan pembelaan diri, Yamaha pun menyadari bahwa mereka telah melakukan beberapa kesalahan yang membuat motor YZR-M1 2017 gagal bersaing. Hal inilah yang diungkapkan oleh Maverick Vinales.

Menjadi pembalap tercepat dan sempat menguasai pramusim plus tiga kemenangan dari lima balapan pertama, Vinales sempat muncul ke permukaan sebagai kandidat juara dunia. Namun sayangnya, performa Vinales justru terjun bebas seiring berjalannya musim.

“Kami semua patut di salahkan. Saya seharusnya lebih keras dalam meminta sesuatu kepada Yamaha.  Segala sesuatunya bergantung kepada saya, bukan yang lain,” ujar Vinales, seperti dilansir Motorsport.

“Bukannya mereka tidak mendengarkan saya, tapi kami belum berhenti menguji dan kami bingung. Mungkin ini kesalahan saya karena tidak melanjutkan dengan sasis lama,” imbuh pembalap asal Spanyol tersebut.

Vinales memang tampil mengejutkan di awal musim. Masalah motor Yamaha mulai timbul di pertengahan musim. Salah satu penyebabnya adalah kesulitan Yamaha dalam kondisi grip yang rendah. Pabrikan Jepang itu lalu mengganti sasis YZR-M1. Akan tetapi, Vinales akhirnya dipaksa menyerah dalam perburuan gelar juara. Ia pun harus menutup musim di peringkat tiga dunia, di bawah juara dunia Marc Marquez (Repsol Honda) dan runner-up Andrea Dovizioso (Ducati).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *