Vinales: Saya Tidak Takut Satu Tim dengan Rossi

Maverick Vinales menatap musim 2017 dengan penuh semangat. MotoGP 2017 akan menjadi titik tolak Vinales di balap motor kelas para raja. Kepindahan MVK25 ke Yamaha dipercaya akan memunculkan persaingan baru di MotoGP setelah selama ini dikuasai ‘tiga alien’; Valentino Rossi, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

vinales-saya-tidak-takut-satu-tim-dengan-rossi

Dengan percaya diri, Vinales mengumbar ambisi bahwa ia siap menantang dominasi Rossi dkk. Sesumbar pembalap muda asal Spanyol itu bukan tanpa alasan. Dalam tes pasca-musim akhir tahun lalu, Vinales berhasil mencatatkan waktu tercepat di Valencia, November 2016. Kemudian, saat melakukan tes tertutup yang dilakukan Yamaha di Sepang, mantan pembalap Suzuki itu juga mampu tampil cepat.

Keputusan menerima tawaran Yamaha dipercaya Vinales sebagai keputusan yang tepat. Menurut Vinales, harusnya orang-orang sudah mengerti apa ambisinya di MotoGP saat hijrah dari tim Suzuki ke Yamaha. Ambisi itu sudah diperlihatkan oleh pembalap asal Spanyol itu, ketika mencatat waktu tercepat di tes akhir musim Valencia.

“Jika saya mau jadi yang terbaik (juara dunia MotoGP), saya harus mengalahkan Valentino Rossi,” sesumbar Vinales, seperti dilaporkan Speedweek.

“Saya tahu itu bakal sulit, tapi saya harus mampu melakukannya. Saya pikir itu akan jadi perasaan yang hebat. Walau saya sudah pernah melakukannya saat bersama Suzuki dengan beberapa kali finis di depannya. Sungguh sangat menyenangkan dan penting bisa finis di depan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez juga, karena mereka adalah para legenda GP Motor,” imbuh pembalap 21 tahun itu.

Dengan penegasannya itu, Vinales seolah-olah menolak tawaran team-order Yamaha agar ia ‘mendahulukan’ Valentino Rossi dan membantu The Doctor mewujudkan keinginannya, menjadi juara dunia untuk kali ke-10. Jika ‘perintah’ tim dituruti, maka Yamaha akan senang hati menjadikan Vinales sebagai pembalap utama jika kelak Rossi pensiun. Namun sepertinya Vinales menolak skenario tersebut.

“Valentino adalah selalu seorang pejuang sejati. Dia tidak pernah menyerah dan keunggulannya ialah dalam duel satu lawan satu. Begitu juga dengan Marquez,” beber Vinales.

“Untuk melawan dan mengalahkan kedua pembalap tadi, Anda harus bisa mengambil keuntungan dari setiap kesempatan yang ada, hingga akhir lomba. Berada satu tim dengannya (Rossi) tidak membuat saya takut,” tegasnya lagi.

“Saya hanya berpikir untuk melakukan tugas saya, untuk mengeluarkan kemampuan terbaik saya buat mencapai hasil terbaik. Saya tidak mau terlibat dalam sebuah permainan, karena saya menjalin hubungan baik dengan semua pembalap. Perubahan tim ke Yamaha, menghadirkan sebuah kesempatan besar bagi saya buat memenangkan kejuaraan dunia, karena itu merupakan tujuan saya. Namun semua pembalap hadir di lintasan untuk menang seperti saya dan merupakan sebuah bagian dari permainan,” tutup Vinales.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *