Vinales Diminta Fokus pada Marquez, Bukan Rossi

Maverick Vinales menatap tantangan baru seiring segera usainya kalender MotoGP musim 2016. Mulai musim depan, pembalap asal Spanyol tersebut akan menjalani balapan di kelas premier bersama tim barunya, Yamaha. Bersama tim barunya, Vinales digadang-gadang akan menghadirkan persaingan baru di kelas MotoGP yang selama ini dikuasai trio pembalap favorit, Valentino Rossi, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

vinales-diminta-fokus-pada-marquez-bukan-rossi

Jelang berakhirnya musim 2016, Maverick Vinales mulai dapat berbagai saran demi mewujudkan ambisi besarnya jadi juara dunia balap motor kelas tertinggi. Vinales yang selama dua musim terakhir jadi rider Suzuki, beralih ke Yamaha per Januari 2017. Pembalap berusia 21 tahun dikontrak tim Garpu Tala selama dua musim ke depan untuk menggantikan peran Jorge Lorenzo yang hijrah ke Ducati.

Berada di tim Yamaha artinya Vinales akan berada dalam satu garasi dengan legenda hidup MotoGP sekaligus orang yang sangat berpengaruh pada tim asal Jepang tersebut, yaitu siapa lagi kalau bukan Valentino Rossi. Bertandem dengan Rossi pastinya akan memberi sisi positif dan negatif bagi Vinales. Sisi positifnya, Vinales bisa belajar banyak dari seorang Valentino Rossi.

Rossi tak dipungkiri lagi punya pengaruh besar bagi Yamaha. Pembalap berjuluk The Doctor sudah membantu Yamaha mulai dari popularitas hingga mengembangkan YZR-M1 sehingga pabrikan Jepang tetap jadi tim elit di ajang MotoGP hingga saat ini. Rossi sendiri masih tetap kompetitif kendati usianya sudah hampir menginjak kepala empat. Dalam dua musim terakhir, pembalap Italia selalu jadi runner up kejuaraan dunia.

Sisi negatif akan muncul bila Vinales tak bisa menjalin hubungan baik dengan Rossi serta tim yang bekerja di balik paddock. Hal inilah yang terjadi kala Yamaha menyandingkan Rossi dan Jorge Lorenzo sebagai rekan satu tim selama dua periode.

Menanggapi persaingan musim 2017, Vinales pun diminta jangan ikutan tertarik mengalahkan Rossi untuk jadi juara dunia. Alasannya, Marquez merupakan lawan yang lebih sesuai dihadapi untuk bersaing jadi juara dunia.

“Kesalahan dilakukan Maverick andai misinya adalah mengalahkan Valentino. Yang dia perlukan adalah bisa mengalahkan Marc, sebab dia yang juara,” tutur salah satu sumber dari AS.

“Valentino memang salah satu pembalap yang juga bisa menang. Tapi bukan hal yang bagus untuk fokus pada seseorang berusia 37 tahun bernama Valentino Rossi,” lanjutnya.

Vinales memang punya syarat komplet untuk bersaing jadi juara dunia musim depan. Selain sudah punya skill balap yang mumpuni, musim depan Ia menunggangi YZR-M1, salah satu motor juara selain RC213V Honda atau Desmosedici Ducati.

“Yang kami inginkan adalah Maverick bisa cocok dengan motor barunya. Tentunya hal tersebut akan jadi cukup mudah sebab Suzuki dan Yamaha tidak dikendarai dengan cara yang sama,” tutup sumber tersebut.

Paket Vinales-Yamaha M1 diprediksi akan menambah persaingan MotoGP musim depan. Jika mampu beradaptasi dengan karakter M1, pembalap muda kelahiran Figueres, Spanyol tersebut dipercaya akan mampu menjadi kuda hitam yang bisa mendobrak dominasi Rossi-Marquez-Lorenzo. Jika tak ada penghalang, Vinales bisa menjajal kuda besi Yamaha pada pengujian post-race Valencia, 15-16 November mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *