December 1, 2021

AutoLive

Automotive Live News

Teknisi Senior Honda Bicara Masa Depan Jack Miller

Di balik garasi Repsol Honda, sosok Ramon Aurin adalah salah satu orang yang sangat dihormati. Aurin adalah sosok yang mendampingi Dani Pedrosa selama hampir lima tahun terakhir, tiga tahun sebagai telemetris dan sisanya sebagai track enginer. Setelah lima tahun mengabdi di Repsol Honda, pria asal Spanyol itu akan memulai petualangan dengan menangani Jack Miller di tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS yang merupakan tim satelit Honda.

teknisi-senior-honda-bicara-masa-depan-jack-miller

Kehebatan Aurin di balik paddock MotoGP memang tak perlu dipertanyakan lagi. Salah satu teknisi paling berpengalaman di MotoGP tersebut merupakan salah satu pelopor dalam penggunaan peralatan elektronik di GP Motor, plus pengambilan data dari Antonio Cobas. Aurin sudah bekerja di lintasan kelas bergengsi bersama para pembalap ternama. Sebut saja Alex Criville, Carlos Checa, Alberto Puig, Sito Pons, Jorge Martinez ‘Aspar’, Loris Capirossi, Max Biaggi, Troy Bayliss, Nicky Hayden, Andrea Dovizioso, serta Dani Pedrosa.

Keputusan Repsol Honda mau ‘melepas’ Aurin sebagai pendamping Jack Miller bukan tanpa alasan. Miller memang dikenal sebagai permata milik Honda yang dipersiapkan sebagai pembalap utama Honda di masa datang. Di masa depan, dia nantinya bakal bersaing dengan Maverick Vinales yang pada musim 2017 bakal memacu motor tim Yamaha. Seperti diketahui, Miller merupakan pembalap seangkatan dengan Vinales di Kejuaraan Dunia Balap GP Motor. Keduanya mulai bersaing ketat pada musim 2014, dimana Miller finis di urutan kedua klasemen akhir Moto3, sedang Vinales berada tepat dibawahnya. Hanya saja, semusim sebelumnya Vinales sudah lebih dulu merebut gelar juara dunia Moto3. Tapi, pada 2016 mereka sama-sama mencatat kemenangan seri perdananya di kelas bergengsi.

Jelang musim baru, Honda pun mulai memberikan kepercayaan lebih pada Miller. Bahkan, saking percayanya Honda pada Miller, pembalap yang sukses mempersembahkan satu kali podium juara pada musim 2016 itu diberi tugas untuk mengembangkan RC213V untuk 2017 di tes akhir musim Jerez, yang mana tidak dihadiri dua pembalap tim pabrikan Honda. Lalu bagaimana pendapat Aurin tentang masa depan Miller di Honda?

“Jack sudah mencoba mesin baru dan baginya, itu adalah kesempatan untuk menjadi pembalap yang bagian kerjanya mendekati kerja dari pembalap pabrikan. Sejujurnya, saya tidak berpikir dia jadi pembalap patokan (Honda), tapi dia masih butuh satu opini tambahan lagi,” tutur Aurin.

“Pembalap utama tim pabrikan, memiliki banyak hal untuk dicoba (menguji motor) selama setahun. Itulah sebabnya, mereka tidak ingin melewatkan jatah lima hari tes yang diperbolehkan. Jadi, sisa pekerjaan mereka, tersebar di antara beberapa tim satelit. Biasanya, pekerjaan ini (di Honda) diberikan kepada (Cal) Crutchlow. Sekarang, Miller juga telah memasuki perlombaan ini,” lanjut Aurin.

“Bagi pembalap muda, yang memiliki lebih banyak semangat ketimbang pengalaman, sekecil apapun bentuk peningkatannya, merupakan sebuah tambahan yang bagus.  Jack membutuhkan sedikit motivasi, karena ada sesuatu yang tidak berjalan baik buatnya di MotoGP. Pada musim debut, dia menggunakan motor yang kurang oke. Lalu tahun ini, dia terlalu banyak terjatuh dan hampir tidak pernah sepenuhnya pulih secara fisik. Dia mendapat cedera di kaki, lalu kemudian di tangan, lantas di punggung, ini menyebabkan dia kehlangan terlalu banyak kilometer di lintasan,” tutup Aurin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *