Rossi: Vinales akan Memberi Masalah untuk Saya

Valentino Rossi mengisi liburannya dengan ambil bagian di ajang Monza Rally Show 2016 yang digelar di Sirkuit Monza, Italia pada Jumat (2/12) ini. Di sela-sela keikutsertaannya di gelaran reli tersebut, Rossi masih menyempatkan diri untuk berbicara mengenai persaingan MotoGP musim 2017 yang menurutnya akan berjalan semakin ketat.

rossi-vinales-akan-memberi-masalah-untuk-saya

Menjelang penapilannya di Monza Rally Show, Rossi mengutarakan pendapatnya mengenai rekan barunya di tim Yamaha dan juga mantan partnernya, Jorge Lorenzo. Hal tersebut dikemukakan oleh juara dunia kelas utama 7 kali itu saat menjadi bintang tamu di sebuah acara yang dilangsungkan oleh Radio Deejay pada Kamis (1/12) waku setempat.

Dalam keterangannya, Rossi menyebut bahwa sebenarnya ia menginginkan pembalap dengan kemampuan dibawahnya sebagai pengganti Jorge Lorenzo di Yamaha. Hal tersebut merujuk pada hasil tes Maverick Vinales di Valencia dimana catatan waktu Vinales mampu mengalahkan Rossi. Tak sampai disitu, pembalap asal Catalunya, Spanyol tersebut, tampil tercepat dari seluruh pembalap yang ada, meski dia baru memacu motor Yamaha YZR-M1 untuk pertama kalinya.

Uniknya, Yamaha tak mau merilis hasil catatan waktu hari pertama tes akhir musim mereka, di Sirkuit Sepang, Malaysia, sepekan setelah tes akhir musim Valencia. Yamaha hanya menyampaikan hasil catatan waktu hari kedua tes akhir musim di Sepang, dengan Rossi tampil lebih cepat atas Vinales. Bisa jadi, pada hari pertama tes akhir musim Yamaha di Sepang, Vinales kembali tampil lebih cepat ketimbang The Doctor. Lantas apa yang dikatakan Rossi soal kehadiran Vinales sebagai rekan setim barunya?

“Kalau bisa memilih, saya lebih menginginkan (rekan setim) seorang pembalap seperti (Dani) Pedrosa (sebagai ganti Lorenzo), yang mana usianya lebih tua (ketimbang Vinales),” ujar pembalap berusia 37 tahun tersebut.

“Dengan Vinales, saya berharap masalah (kesulitan) yang muncul bakal minor. Tapi, setelah tes pertama (pengujian akhir musim di Valencia). Saya menyadari betul, (Vinales) bakal memberi saya masalah (kesulitan) yang sama seperti Lorenzo,” imbuh Rossi.

Tak ketinggalan Rossi pun menyinggung hubungan buruknya dengan Lorenzo semasa dirinya dan X-Fuera masih membela panji Yamaha.

“Hubungan kami dirusak oleh insiden yang terjadi pada akhir musim 2015. Karena waktu itu, kami benar-benar dalam kekuatan yang seimbang (berebut gelar juara dunia). Sejak saat itu, hubungan kami tak pernah sama lagi,” tutur Rossi.

“Tapi, setelah seri terakhir MotoGP 2016 di Valencia. Dia (Lorenzo) mendatangi saya dan kemudian memeluk saya. Dia lalu mengatakan, bahwa dia selalu menaruh respek terhadap saya. Itu merupakan sebuah momen yang indah. Kemungkinan, hubungan saya dengan Vinales akan berjalan lebih baik lagi (ketimbang dengan Lorenzo),” lanjutnya.

Lantas bagaimana pendapat Rossi mengenai Marc Marquez yang sudah 3 kali mengalahkannya dalam perebutan titel juara dunia MotoGP?

“Saya pikir, pada 2015 dia telah membuktikan banyak hal tentangnya. Diantara kami, kini hanya berlaku saling respek,” kata Rossi soal hubungannya dengan Marquez.

“Namun, dia (Marquez) benar-benar seorang pembalap hebat, kuat, cepat, tak pernah mudah menyerah, selalu mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menang, dan memiliki teknik balap generasi terkini. Dia juga punya gaya balap khusus, dengan sikunya yang menyentuh aspal. Terkadang karena itu (siku menyentuh aspal), dia sering tidak terjatuh dari motornya saat kehilangan traksi bagian depan,” ujar Rossi sambil memuji pembalap Repsol Honda tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *