Rossi kepada Zarco: Ini Bukan Moto2!

Valentino Rossi murka kepada Johann Zarco usai gelaran MotoGP Austin akhir pekan kemarin. Rossi bersikeras bahwa apa yang dilakukan Zarco dengan manuver agresifnya telah membahayakan pembalap Yamaha tersebut.

rossi-kepada-zarco-ini-bukan-moto2

Pada MotoGP Austin di Circuit of The Americas (COTA), Minggu (23/4) lalu, Rossi terlibat pertarungan sengit dengan Zarco pada Lap 7. Ketika masuk Tikungan 3, Zarco mencoba menyalip Rossi dan membuatnya sedikit bersenggolan. Untuk menghindari crash, Rossi pun melaju melebar dan memotong jalan pada Tikungan 4. Rossi pun berhasil mempertahankan posisi 3.

Meski tetap bisa berada di depan Zarco, namun FIM MotoGP Rewards justru menjatuhkan penalti kepada Rossi. Mereka beranggapan bahwa Rossi mengambil keuntungan pada saat terjadi insiden dengan Zarco. FIM MotoGP Stewards pun menjatuhkan penalti 0,3 detik kepada Rossi – ditambahkan pada waktu akhir balapan.

Insiden antara Rossi dengan Zarco pun ternyata berbuntut panjang. Usai balapan, Rossi mengecam gaya berkendara Zarco yang menurutnya merupakan gaya membalap kelas Moto2.

“Saya ingin berbicara dengan orang-orang di Race Direction, karena saya tidak punya pilihan (selain memotong trek),” tukas Rossi ketika ditanya tentang penaltinya.

“Entah saya melakukannya seperti ini, atau kami bersenggolan dan terjatuh bersama. Juga, ketika Anda melaju pada kecepatan 180 km/jam dan Anda melihat bayangan hitam di siri kiri, Anda tidak memutuskan – Anda langsung ke depan,” lanjutnya.

“Masalahnya adalah Zarco. Dia selalu sangat cepat, dia mengendarai motor sangat baik dan punya potensi hebat. Tapi ini bukan bukan Moto2. Jika Anda ingin menyalip, Anda harus menyalip dalam cara lain. Bagi saya, dia harus tetap lebih tenang,” tegas Rossi.

Sementara itu dilain pihak, Zarco pun menyatakan pembelaannya atas insiden dengan Rossi.

“Itulah MotoGP, dan itulah mungkin mengapa saya melakukannya, saya tidak bisa (ke depan). Saya mencoba untuk menyalip Valentino karena saya merasa sangat baik saat balapan, tapi kami kehilangan kontak (setelah insiden) dan lalu dia lebih cepat daripada saya,” sanggah Zarco.

“Itu perlu dilakukan seperti ini, karena itu adalah kesempatan untuk menyalipnya. Jika saya bertanya-tanya pada diri sendiri, bisakah saya atau tidak, saya mungkin akan terjatuh. Jadi, itu perlu (untuk menyalip),” pungkas pembalap tim Yamaha Tech 3 tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *