Rookie MotoGP Cepat Adaptasi, Bukti Moto2 Punya Level Tinggi

Penampilan positif para pendatang baru MotoGP di tes pramusim 2017 menunjukkan bahwa balap Moto 2 memiliki level persaingan tinggi. Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh salah satu rookie MotoGP 2017 dari tim Yamaha Tech 3, Jonas Folger.

rookie-motogp-cepat-adaptasi-bukti-moto2-punya-level-tinggi

Folger merupakan salah satu dari empat rookie atau pendatang baru kelas MotoGP yang akan menjalani musim debut di kelas utama pada tahun ini. Selain Folger, rookie lainnya adalah Johann Zarco (Tech 3 Yamaha), Alex Rins (Suzuki Ecstar), dan juga Sam Lowes (Aprilia).

Pada tes di Sepang, Folger berhasil menempati posisi ke-15. Kemudian pada tes pramusim kedua di Phillip Island, pembalap asal Jerman itu mampu masuk ke posisi 10 besar pada tes hari kedua. Bahkan, pada tes Phillip Island hari terakhir, Folger mampu mencatatkan waktu 1 menit 29,042 detik yang membuatnya berada di posisi ke-4 atau terpaut 0,493 detik dari Maverick Vinales di posisi pertama.

Selain Folger, rookie lain yang tampil bagus selama tes pramusim adalah Alex Rins dari tim Suzuki. Rins mampu menutup tes pramusim di Phillip Island dengan menempati posisi ke-6.

Hasil positif yang dicapai oleh pembalap debutan MotoGP itu membuat Folger percaya bahwa kini balapan Moto2 mempunyai level persaingan yang terus meningkat.

“Hampir setiap rookie beradaptasi cukup cepat. Itu berarti Moto2 cukup tinggi levelnya, sudah tentu. Akan sangat sulit (untuk menjadi rookie terbaik), karena Rins akan ada di sana saat balapan dan bertarung melawan saya,” ujar Folger.

“Dia (Rins) pembalap yang sangat kuat. Johann juga sangat konsisten dan jika semuanya berjalan baik, tanpa diragukan lagi Johann (Zarco) juga cepat,” imbuhnya.

Folger pun mengaku tidak menyangka akan menempati posisi tinggi pada hari terakhir tes Phillip Island.

“Saya terkejut setelah mencetak catatan waktu (pada Jumat) pagi, dan apa yang baik karena banyak catatan waktu kami yang dekat dengan lap itu,” ucapnya.

“Jadi, bukan hanya satu lap kencang, tapi kami juga cukup konsisten. Ketika memakai ban lama, kami mampu untuk membuat set-up elektronik yang bekerja sangat baik dan ini akan penting untuk balapan nanti,” tegas Folger.

“Kami memakai ban baru pada motor kedua dan tangki bahan bakar masih penuh. Kami keluar ke trek lagi, dan saya berpikir ‘Oke, mungkin kami tidak bisa melakukan simulasi balap, tapi setidaknya saya mencoba untuk melahap lap sebanyak mungkin,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *