Pedrosa Anggap 2016 Sebagai Musim Paling Sulit

Meski mampu meraih satu kemenangan, Dani Pedrosa justru menganggap tahun 2016 sebagai musim paling berat yang pernah ia jalani. Perubahan perangkat elektronik baru pada motor tak pelak menjadi tantangan terbesar di balapan MotoGP musim lalu.

pedrosa-anggap-2016-sebagai-musim-paling-berat

MotoGP 2016 memang ditandai dengan beberapa perubahan dari sisi teknis. Selain adanya penggunaan perangkat elektronik baru, perubahan pemsok ban juga menimbulkan kendala tersendiri bagi pembalap, termasuk Pedrosa yang menggeber motor Honda RC213V 2016.

Setelah terbiasa menggunakan ban Bridgestone, para pembalap MotoGP harus beradaptasi dengan ban Michelin. Ada yang langsung bisa beradaptasi dengan baik, ada pula yang malah mendapat masalah dari ban baru tersebut.

Penggunaan perangkat baru Electronic Control Unit (ECU) yang dipasok oleh perusahaan elektronik Italia, Magneti Marelli juga tak langsung berjalan mulus. Apalagi, faktor cuaca yang sulit ditebaka tahun lalu juga semakin membuat para pembalap MotoGP bekerja keras.

“Tahun lalu tidak berjalan baik. Beruntung kami memenangi balapan dan kami ingin lebih. Apapun itu, saya telah banyak belajar,” tutur Pedrosa, seperti dituturkan pada MotoGP.com.

“Saya belajar dari setiap situasi yang dijalani, dan kadang-kadang saya berfikir akan berjalan satu arah atau sebaliknya. Atau saya akan mengambil satu arah, tapi lalu berakhir dengan menghadapi lebih baik atau lebih buruk dari yang diharapkan,” ujar pembalap dari tim Repsol Honda tersebut.

Ada hal yang unik memang dari seorang Dani Pedrosa. Meski hingga kini belum mampu mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP, The Little Spaniard mencatatkan rekor selalu bisa meraih minimal satu kemenangan seri di setiap musim.

Tahun lalu, satu kemenangan dicetak Pedrosa di GP San Marino, di sirkuit Misano. Memulai start dari posisi delapan, Pedrosa mampu tampil fenomenal dan berhasil finis pertama. Bahkan, Pedrosa mampu menyalip Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

“Jelas itu momen yang tidak terlupakan. Unik dan itulah yang selalu Anda perjuangkan. Saya ingin itu lebih dari sekadar satu momen dan bagaimana Anda menginginkannya, tapi Anda juga bisa melihat dari cara lain,” kenang Pedrosa.

“Saya ingat pertama kali finis di podium dalam kejuaraan dunia, dan bagaimana luar biasa rasanya. Tapi sekarang memenangi balapan hanya menjadi ‘Saya telah memenangi sebuah balapan’,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *