Mengenal Perbedaan Fairing Aerodinamika dan Winglet

Pada sesi tes pramusim di Sepang akhir Januari kemarin, pabrikan-pabrikan MotoGP mulai memperkenalkan desain motor baru mereka yang akan digunakan pada musim 2018. Salah satu hal yang menarik adalah, penggunaan fairing aerodinamika oleh beberapa tim. Desain fairing ini sekilas mengingatkan pada desain winglet yang dilarang penggunaannya mulai musim 2017. Lalu, apa perbedaan antara fairing aerodinamika dengan winglet?

Fairing aerodinamika pada motor Jorge Lorenzo yang digunakan di musim 2017. Foto: Motorcycle.com
Fairing aerodinamika pada motor Jorge Lorenzo yang digunakan di musim 2017. Foto: Motorcycle.com

Ketika menjalani tes di Sepang, Ducati menjadi tim pertama yang memamerkan desain fairing barunya. Desain tersebut fairing pabrikan asal Italia tersebut terlihat berbeda dengan desain fairing mereka musim lalu.

Direktur teknis MotoGP, Danny Aldridge, menyebut bahwa fairing aerodinamika berbeda dengan sayap tambahan atau winglet, yang telah resmi dilarang sejak musim MotoGP 2017.

“Pada dasarnya, pertimbangan kami jelas terkait masalah keselamatan. Desain fairing harus sesuai denga kriteria, yaitu ujungnya membulat dengan lebar fairing 600 mm. Dan juga, fairing tidak memiliki bentuk seperti sayap (winglet),” ungkap Aldridge kepada MotoGP.com.

Winglet Ducati yang digunakan pada musim 2016. Foto: Crash.net
Winglet Ducati yang digunakan pada musim 2016. Foto: Crash.net

“Banyak perdebatan mengenai desain fairing pada saat ini. Tapi yang paling penting kami menyebutnya sebagai sidepod. Anda bisa melihat desain itu memiliki atas, samping dan juga di bawahnya. Secara teknis desainnya tertutup, dan jauh lebih aman daripada winglet yang digunakan beberapa tahun lalu,” sambung Altridge.

Pasca dilarangnya penggunaan winglet mulai musim 2017, tim-tim mengakalinya dengan merombak desain fairing mereka. Perubahan yang paling mencolok tentu saja desain fairing ‘hammerhead’ yang digunakan oleh Ducati musim lalu. Selain Ducati, Suzuki juga menyiasati pelarangan winglet dengan desain ‘inner winglet’ dengan bentuk menyerupai kumis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *