Menebak Nasib Jorge Lorenzo di Ducati

Nama besar Ducati sepertinya masih menjadi momok bagi para pembalap MotoGP. Tantangan itulah yang coba ditaklukkan oleh Jorge Lorenzo pada musim mendatang. Ya, seperti sudah kita ketahui bersama, Lorenzo akan hijrah ke Ducati secara resmi pada awal tahun 2017. Lantas bagaimanakah nasib X-Fuera bersama Ducati di MotoGP musim depan?

menebak-nasib-jorge-lorenzo-di-ducati

Memiliki karakter kencang dan agresif mendekati ‘liar’, Ducati Desmosedici memang tak mudah untuk dijinakkan. Cerita mengenai kegagalan pembalap selama membela tim Ducati sudah tentu membayangi Jorge Lorenzo ketika ia memutuskan untuk hijrah ke tim Pabrikan Italia pada tahun depan. Tercatat hanya ada satu pembalap dari sekian banyak joki yang mampu menaklukan motor Desmosedici, sejak tim ini terlibat pertempuran di kelas utama 1000cc pada 2003.

Orang terakhir yang mampu menjinakkan Desmosedici adalah Casey Stoner. Stoner sukses menaklukan motor Desmosedici pada tahun 2007 lalu. Entah ini hanya keberuntungan semata atau tidak, namun kehadiran Kuri-Kuri Boy di garasi Ducati saat itu seperti memberikan keberuntungan buat tim tersebut.

Jauh sebelum Stoner, sudah ada banyak pembalap yang tertantang untuk menguji motor Desmosedici. Bahkan mereka membawa statusnya sebagai juara dunia di kejuaraan grand prix balap motor. Namun jauh panggang dari api, hampir semua pembalap setelah Stoner tak ada yang mampu menaklukkan Desmosedici, termasuk Valentino Rossi yang sempat membela Ducati pada kurun waktu 2011 dan 2012.

Selama dua musim berada di tim Ducati, Rossi tercatat hanya sekali merebut podium. Yang lebih parahnya lagi, pada debutnya The Doctor gagal merebut kemenangan sekali pun. Sehingga wajar jika banyak pihak yang meragukan Lorenzo bakal meraih kesuksesan di sana.

Bayang-bayang kegagalan itulah yang akan terus menghantui Lorenzo di Ducati. Datang ke Ducati dengan status juara dunia tiga kali tak lantas memberikan jaminan pembalap asal Spanyol itu akan langsung sukses. Namun dengan dukungan tim yang solid dan kemauan Lorenzo untuk beradaptasi dengan Desmosedici, bukan tak mungkin juga paket Lorenzo-Desmosedici akan menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya, sama seperti saat Desmosedici ditunggangi oleh Stoner.

“Bila memiliki tim dan motor yang kuat, tentu Anda harus mematok target yang menantang. Juara dunia tidak pernah menjadi target mudah. Sebab, Anda mesti bersaing dengan pabrikan lain, yang telah juara berkali-kali dengan pembalap berpengalaman. Tapi, sekarang Jorge salah satu yang berada di sisi kami,” ungkap bos Ducati, Paolo Ciabatti.

Sebagai informasi, total pembalap yang tergabung dengan tim Ducati telah mengumpulkan 31 kemenangan. Sebanyak 23 diraih Stoner, Capirossi tujuh kali, dan Bayliss sekali. So, akankah Lorenzo masuk dalam catatan sejarah Ducati? Kita tunggu aksi X-Fuera musim depan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *