Marquez: Lorenzo Hebat, Tapi Rossi Paling Sulit Dikalahkan

Marc Marquez berhasil menuntaskan ambisinya untuk merengkuh titel juara dunia MotoGP musim 2016. Gelar juara dunia sudah ia pastikan pada seri GP Jepang beberapa waktu yang lalu. Namun pembalap Repsol Honda tersebut mengakui bahwa persaingan musim ini tidaklah mudah, meski dirinya sudah memastikan titel juara dengan tiga seri tersisa. The Baby Alien pun masih menganggap saingan terberatnya musim ini adalah pembalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, yang menurutnya merupakan pembalap paling sulit untuk dikalahkan.

marquez-lorenzo-hebat-tapi-rossi-paling-sulit-dikalahkan

Marquez mengunci trofi juara saat menangkan GP Jepang atau ketika musim balap masih menyisakan tiga seri lagi. Perolehan poinnya sudah tidak mungkin terkejar oleh Rossi sehingga Ia berhak menggondol trofi juara dunia ketiganya di pentas MotoGP atau yang kelima di semua kelas balap.

Sepanjang musim 2016, penampilan Marquez memang hampir sempurna. Berbeda dengan tahun lalu dimana ia sering gagal finis di seri-seri awal. Tahun ini, Marquez justru melempem usai ia sudah memastikan gelar juara dunia jatuh ke tangannya. Usai mengunci gelar juara dunia, Marquez malah terjatuh di dua seri terakhir, Philip Island dan Sepang.

Meski sempat tertinggal dari Valentino Rossi di awal musim, konsistensinya di atas kuda besi jauh lebih baik ketimbang Rossi dan juga Jorge Lorenzo. Marquez sempat tercatat tidak terjatuh hingga memastikan gelar juara di Jepang. Meski akhirnya mencium aspal saat balapan di Australia dan Malaysia, setidaknya pembalap Spanyol bisa lebih baik ketimbang Rossi yang gagal menyelesaikan race empat kali (tiga kali terjatuh dan sekali mengalami kerusakan motor).

Begitupun dengan Lorenzo, juara dunia tahun lalu juga mengalami banyak masalah tahun ini. Faktor ban Michelin menyebabkan rider yang musim depan hijrah dari Yamaha ke Ducati gagal menyelesaikan balapan tiga kali dan dua kali finis di luar sepuluh besar.

Konsistensi Marquez tahun ini bisa dibilang buah dari semakin dewasanya pembalap berusia 23 tahun itu ketika di lintasan. Marquez tak lagi seagresif tahun lalu. Ia mulai bisa mengontrol diri untuk tidak terlibat aksi saling salip dengan pembalap lain. Pembalap kelahiran Carvera, Spanyol itu juga terihat semakin cermat di lintasan.

Rider yang diboyong Honda pada tahun 2013 menilai, kunci keberhasilannya musim ini adalah bisa mempelajari gaya balapan lawannya. Dalam hal ini, Rossi dan Lorenzo yang diamati untuk kemudian Ia kalahkan.

“Ketika Anda melawan Valentino, Anda bisa banyak belajar. Ia punya banyak pengalaman, selalu ada sesuatu yang bisa anda petik dalam cara yang berbeda. Oleh karena itu, jawaban saya tetap sama,” ungkap Marquez, seperti dilansir dari laman Tuttomotorweb.

“Tapi setiap balapan jelas berbeda. Saya beberapa kali juga bertarung melawan Jorge. Dia pembalap hebat di bagian akhir race, tapi Valentino adalah pembalap yang paling sulit untuk dikalahkan,” jelas pemilik nomor 93 tersebut.

Setelah mengambil ilmu balap Rossi dan Lorenzo, tugas Marquez selanjutnya adalah membenahi gaya balapnya sendiri. Ia mengatakan, berani berubah dan mengambil risiko jadi kekuatannya ketimbang pembalap lain.

“Untuk menangkan gelar, anda harus stabil. Tapi terkadang, Anda juga harus berani mengambil risiko untuk menang dan dapatkan 25 poin. Yang penting adalah bagaimana caranya bisa berada di podium sesering mungkin,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *