Lorenzo Ingin Kalahkan Prestasi Stoner di Ducati

Dalam hitungan hari, Joge Lorenzo akan benar-benar resmi menjadi pembalap Ducati. Ya, kontrak Lorenzo bersama Yamaha akan berakhir per 31 Desember 2016. Setelah itu, X-Fuera akan berganti jubah balap dari biru Yamaha ke merah Ducati.

lorenzo-ingin-kalahkan-prestasi-stoner-di-ducati

Juara dunia tiga kali di kelas utama, Jorge Lorenzo memang memutuskan hijrah dari Yamaha ke Ducati. Pembalap asal Spanyol tersebut akan didapuk menjadi pengganti Andrea Iannone sebagai rider utama tim Ducati Corse. Iannone sendiri terlempar ke tim Suzuki Ecstar.

Sembilan musim membela panji Yamaha, catatan Lorenzo sangat mentereng, termasuk tentunya tiga kali jawara kelas MotoGP. Selain itu, pemilik nomor 99 itu sukses mempersembahkan 44 podium kemenangan bagi tim Garpu Tala.

Meski sudah menyatakan pindah pada pertengahan musim 2016, namun Lorenzo benar-benar akan resmi menjadi pembalap Ducati mulai tahun 2017. Pasalnya, Ia diminta menghormati sisa kontraknya meski musim balap sudah berakhir.

Tapi sebelumnya, Lorenzo sudah diberi lampu hijau Yamaha untuk mengendarai motor Ducati di pengujian post-race Valencia, November lalu. Setelahnya, Lorenzo dilarang bersentuhan dengan motor pabrikan Italia hingga awal tahun 2017. Hal itu membuat Lorenzo sempat gigit jari melewatkan tes pribadi Ducati di Jerez.

Tapi, tidak serta merta Lorenzo bisa langsung mengendarai Desmosedici ketika resmi lepas dari Yamaha. Pengujian berikutnya akan digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2017 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Artinya, ada jeda selama dua bulan sejak debutnya menunggangi Desmosedici di Valencia hingga Malaysia nanti. Dan hal itu rupanya cukup menyiksa Lorenzo, kendati diakui ada sisi keuntungan tersendiri.

“Saya sangat senang, sebab saya punya kesempatan naik motor baru saja di Valencia dua hari setelah seri balap terakhir. Selanjutnya, saya tidak diizinkan lagi hingga akhir Januari. Jadi, itu waktu dua bulan yang terasa amat panjang,” ungkap Lorenzo, seperti dilansir oleh laman Crash, (22/12).

“Tapi di sisi lain, itu cukup bagus sebab saya punya banyak waktu luang dan beberapa kali menyempatkan berlibur. Tapi tidak terlalu banyak liburan juga, karena saya akan butuh fisik yang harus lebih dipersiapkan dari sebelumnya karena motor mereka (Ducati) cukup sulit dikendarai. Jadi saya amat persiapkan diri,” tegasnya.

“Itu akan jadi tantangan yang mengesankan, tahun yang bakal menarik. Hampir tidak ada yang bisa menang bersama Ducati, hanya Casey Stoner. Bagi saya, bersaing mengalahkannya akan jadi motivasi yang bagus,” tutup Lorenzo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *