Lorenzo: Ducati Seperti Ferrari-nya Roda Dua

Salah satu alasan kepindahan Jorge Lorenzo dari Yamaha ke Ducati adalah karena ia ingin mencatatkan sejarah. X-Fuera ingin masuk buku sejarah MotoGP sebagai pembalap yang bisa menjadi juara dunia dengan dua pabrikan berbeda.

lorenzo-ducati-seperti-ferrari-roda-dua

Lorenzo memang meraih sukses besar dengan Yamaha, dengan catatan juara dunia tiga kali di kelas utama. Namun catatan itu tidak cukup untuk seorang Jorge Lorenzo. Ia ingin sesuatu yang lebih. Pilihan pun jatuh kepada Ducati.

Menaklukkan Ducati Desmosedici yang dikenal memiliki karakter liar bukanlah perkara mudah. Lihat saja Valentino Rossi. Legenda hidup MotoGP itu bahkan tak berdaya bersama Ducati. Adalah Casey Stoner sebagai orang terakhir yang mampu menjadi juara dunia bersama Ducati.

Stoner pernah mengantar Ducati merajai balapan motor kelas tertinggi pada musim 2007. Ketika itu pembalap Australia bisa meruntuhkan dominasi Honda dan Yamaha. Stoner pun tercatat sebagai pembalap kelima yang bisa menang di dua pabrikan berbeda setelah Geoff Duke, Giacomo Agostini, Eddie Lawson dan Valentino Rossi, tapi jadi yang pertama dengan Ducati.

Sayang, gelar juara itu jadi yang terakhir bagi Ducati. Ketika Stoner memutuskan pindah ke Honda pada musim 2011, kemenangan Ducati di seri balap pun praktis ikut terhenti. Paceklik kemenangan Ducati baru terhenti tahun ini, ketika Andrea Iannone menangkan seri balap Austria.

Tantangan semacam itu yang membuat Lorenzo tertarik menjajal Ducati. Puja-puji pun dialamatkan kepada tim barunya musim depan.

“Nanti akan sangat penting, sebab hanya lima pembalap yang bisa menang di dua pabrikan berbeda sepanjang sejarah dan hanya satu bersama Ducati,” ungkap Lorenzo ketika diwawancara eksklusif oleh Crash, Kamis (22/12).

Nada optimisme Lorenzo bersama Ducati pun membumbung tinggi. Lorenzo menganggap Ducati sebagai Ferrari-nya roda dua. Ferrari sendiri adalah representasi supercar dengan kecepatan tinggi, baik di balapan F1 atau di jalan raya.

“Ducati terkadang mirip Ferrari-nya roda dua. Mereka punya aura magis, sebab desain motor jalanannya sangat bagus. Bisa menang bersama pabrikan ini tentunya akan terasa spesial,” ujar Lorenzo.

“Dan juga pengemar Ducati lebih mencintai mereknya ketimbang pembalapnya sendiri. Ini tidak terjadi di pabrikan lainnya, kan?” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *