Jadi yang Tercepat, Marquez Mengaku Belum Puas

Marc Maruez jadi yang tercepat pada tes pramusim hari pertama di Sirkuit Phillip Island, Australia, Rabu (15/2). Namun hasil itu belum membuat Marquez puas karena dia masih belum menemukan settingan terbaik untuk motor Honda RC213V spesifikasi 2017.

jadi-yang-tercepat-marquez-mengaku-belum-puas

endorese

Setelah tampil kurang gereget di Sepang, Marquez langsung menunjukkan performa bagus pada tes pramusim kedua di Phillip Island. Pembalap Repsol Honda itu memimpin tes hari pertama dengan catatan waktu 1 menit 29,497 detik. Marquez berhasil unggul dari Valentino Rossi dan Andrea Iannone. Bahkan, juara bertahan MotoGP 2016 itu mampu lebih cepat dari Maverick Vinales yang mengalahkannya pada tes Sepang.

Meski mampu tampil sebagai yang tercepat, Marquez tak langsung puas dengan performa RC213V 2017. Ia masih belum puas dengan mesin baru Honda. Tak hanya itu, Marquez juga mengaku belum merasa nyaman dengan perangkat elektronik (ECU) baru yang dibuat oleh Magneti Marelli.

Usai tes hari pertama di Phillip Island, Marquez mengungkapkan bahwa ia harus bekerja keras untuk memahami perangkat elektronik dan spesifikasi mesin baru 2017. Pasalnya, ia sempat kehilangan banyak waktu pada sesi tes pagi hari.

“Cukup berbeda. Kami harus menyesuaikan lagi semua elektronik dengan konfigurasi mesin yang berbeda ini. Kami kehilangan banyak waktu pagi ini, tapi itu sesuatu yang harus kami perhatikan karena saat balapan nanti kami tidak punya waktu. Tentu saja, segalanya baru,” terang Marquez.

“Saya masih merasa kami kehilangan sesuatu, dalam sisi elektronik. Rasanya seperti elektronik di satu sisi dan mesin di sisi lain. Mereka tidak bekerja sama. Sulit untuk memahaminya, tapi mereka (elektronik dan mesin) harus diperbaiki.”

“Tapi di sirkuit kami tidak punya titik kelemahan, yaitu akselerasi. Tahun lalu kami cepat, dan begitu pula tahun ini. Tapi kami masih harus bekerja karena kami tidak nyaman di beberapa area,” imbuh Marquez.

Ketika dimintai keterangan soal mesin baru Honda yang terlalu agresif, Marquez menjelaskan bahwa mesin baru pada motornya memang berbeda dengan mesin tahun lalu. Tapi ia masih bisa mengendalikannya.

“Tidak agresif. Ini mesin yang halus. Sangat bertenaga, tapi normal. Saya masih merasa tidak nyaman dengan koneksi elektronik ke tarikan gas, mesin dan roda belakang. Mungkin karena kami menggunakan satu tipe mesin selama bertahun-tahun dan mengendarai dalam satu arah, lalu sekarang saya perlu sedikit mengubah gaya balap,” tegas Marquez.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *