Ducati Menang Dua Kali, Lorenzo Pede Hadapi Musim Depan

Jorge Lorenzo bersiap menapaki petualangan barunya di balap MotoGP kelas premier. Sukses besar bersama Yamaha, Lorenzo memutuskan hijrah ke Ducati mulai musim 2017. Banyak kalangan menilai kepindahan X-Fuera ke Ducati merupakan keputusan yang sangat beresiko. Faktor gaya membalap Lorenzo dan karakter “liar” Desmosedici GP17 dinilai tidak cocok. Namun Lorenzo sendiri meyakini bahwa keputusannya pindah ke Ducati merupakan sebuah pilihan yang tepat.

ducati-menang-dua-kali-lorenzo-pede-hadapi-musim-depan

Keyakinan Lorenzo menatap musim baru bersama Ducati semakin tinggi jika menengok performa Ducati pada musim ini. Pembalap asal Spanyol itu percaya bahwa kemampuan motor buatan pabrikan asal Italia tersebut akan sangat cocok dengannya.

Kepercayaan diri Jorge Lorenzo pada Ducati merujuk pada kemenangan Andre Dovizioso dalam Grand Prix Sepang, Minggu (30/10) kemarin. Pembalap Italia menang mengungguli dua rider Movistar Yamaha, yakni Valentino Rossi dan Lorenzo di Sirkuit Internasional Sepang yang basah setelah diguyur hujan.

Kemenangan Dovizioso jadi yang kedua untuk Ducati musim ini. Sebelumnya Andrea Iannone lebih dulu persembahkan kemenangan saat berlaga di Grand Prix Austria, Agustsus lalu.

Dua kemenangan Ducati pada musim 2016 inilah yang membuat Lorenzo pede dengan performa GP17 yang sedang disiapkan oleh Ducati bagi dirinya dan Dovizioso untuk mengarungi balap MotoGP musim depan. Ia menambahkan bahwa kemampuan Desmosedici telah mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun.

“Itu sudah jelas jika motor terus berkembang tiap tahunnya. Sangat mudah melihat motor yang terus kompetitif di atas trek ketimbang di masa lalu,” ujar Lorenzo, seperti dikutip dari laman Autosport, Kamis (3/11).

“Itu sinyal yang bagus, tapi kemenangan di Sepang tidak mengejutkan saya sebab Andrea selalu jadi salah satu pembalap spesialis hujan dan Ducati, meski tidak mampu bersaing di trek kering, mereka mampu melakukannya dalam kondisi hujan,” imbuhnya.

“Ini sinyal yang bagus bisa terus melihat Ducati berada di depan dalam beberapa trek,” pungkas juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.

Lorenzo akan mengucapkan salam perpisahan pada Yamaha di race terakhir MotoGP musim 2016 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 13 November mendatang. Setelah GP Valencia, Jorge Lorenzo secara resmi akan “putus” dengan Yamaha setelah bekerjasama selama sembilan tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *