Ducati Bicara Kelemahan Desmosedici GP17 dan Alasan Masih Menggunakan Winglet

Tidak ada tim yang paling kecewa atas adanya aturan baru di MotoGP yang melarang penggunaan sayap tambahan (winglet) selain Ducati. Racing Director tim Ducati Corse, Luigi Dall’Igna menyatakan bahwa peraturan baru yang melarang penggunaan winglet memang cukup merugikan Ducati.

ducati-bicara-kelemahan-desmosedici-gp17-dan-alasan-masih-menggunakan-winglet

Meski penggunaannya secara resmi dilarang mulai musim depan, namun pada tes pasca-musim 2016 di Valencia dan Jerez beberapa pekan lalu Ducati masih memasang winglet pada motor Desmosedici GP17. Selama musim 2016, Ducati memang menjadi tim yang diuntungkan oleh penggunaan winglet. Bisa dibilang, dua kemenangan yang diraih Ducati pada musim 2016, turut disebabkan manfaat dari penggunaan winglet. Begitupun juga dengan prestasi menempatkan Andrea Dovizioso di urutan lima klasemen akhir pembalap. Lantas bagaimana cara Ducati menyiasati aturan baru yang melarang winglet?

“Winglet itu merupakan ide kami. Seluruh pekerjaan tim telah ditransformasikan dalam kerangka aerodinamika menggunakan itu (winglet). Saya sangat bangga atas ini,” ujar Dall’Igna, seperti dilansir dari laman Speedweek.

Ducati sendiri dikenal sebagai trendsetter penggunaan winglet yang mulai mereka gunakan sejak musim 2015. Winglet yang digunakan Ducati berfungsi untuk menambah downforce motor sehingga motor akan lebih stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Lalu, apakah Ducati setuju dengan adanya larangan pemakaian winglet pada motor MotoGP mulai 2017, dengan alasan faktor keselamatan pembalap di lintasan?

“Selama gelaran GP Valencia, Andrea Iannone sempat menyenggol pembalap lain di lintasan lurus, dan winglet motornya langsung patah. Sebagaimana hasilnya, kami telah berulang kali memperlihatkan bahwa winglet bukanlah sebuah masalah, atau ancaman bagi keselamatan pembalap,” tutur Dall’Igna.

“Tapi apalah itu? Aturan adalah aturan, kami tidak dapat mengubahnya lagi. Kami sekarang mengembangkan motor sesuai dengan regulasi baru. Tapi, kini kami harus benar-benar melakukan perubahan secara menyeluruh pada sektor aerodinamika motor 2017 Ducati,” imbuhnya.

Selain berbicara mengenai perubahan strategi terkait dengan pelarangan winglet mulai musim depan, Dall’Igna pun juga menyinggung mengenai perkembangan Desmosedici GP17.

“Kami masih belum menyelesaikan tes (aerodinamika) di terowongan angin, jadi kami banyak menghabiskan putaran dengan tes pemakaian winglet di pengujian Valencia. Bagi kami, itu merupakan tujuan utama kami di tes Valencia, yakni untuk membandingkan sasis baru 2017, dengan sasis lama 2016. Dalam rangka tidak mendapat kesan yang salah pada sasis karena tidak adanya winglet, kami ingin menjajal sasis baru dengan konfigurasi yang kami tahu dan benar-benar kami yakini,” kata Dall’Igna menjelaskan.

Kemudian apakah kelemahan terbesar Desmosedici GP17 dan apa saja yang harus diperbaiki?

“Saya rasa, masalah utama kami musim lalu adalah performa motor saat membelok di tikungan. Kami perlu memperbaiki sasis di area ini, itu sudah jelas. Kami sudah punya ide dan berusaha menuangkan ide-ide ini ke dalam motor 2017. Namun kami perlu data di area lain hingga kami bisa paham apakah ide-ide tersebut berhasil. Tapi ban tidak dapat disalahkan, karena kami semua menggunakan ban yang sama,” tegas Dall’Igna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *