Dua Sisi Vinales dan Rossi di Yamaha

Berada satu tim dengan Valentino Rossi memang gampang-gampang susah. Menjadi mudah karena pembalap yang berada dalam satu tim dengan Rossi bisa belajar langsung dari Sang Legenda Hidup MotoGP. Namun situasi bisa menjadi boomerang jika Rossi sudah mulai tak suka dengan pembalap yang berada satu tim dengannya. Nasib seperti itulah yang dialami oleh Jorge Lorenzo selama berada satu tim dengan The Doctor di Yamaha.

dua-sisi-vinales-dan-rossi-di-yamaha

Tantangan besar tentu saja berada di pundak Maverick Vinales. Pemuda kelahiran Figueres, Spanyol, itu baru saja diresmikan sebagai pembalap tim Movistar Yamaha MotoGP. Kedatangan Vinales ke Yamaha dipastikan setelah Jorge Lorenzo memilih hengkang ke Ducati. Kehadiran Vinales ke Yamaha tentu memunculkan satu pertanyaan: bisakah Vinales bekerjasama dengan Rossi?

Jika menilik ke belakang, salah satu alasan Lorenzo cabut dari Yamaha konon ia sudah tak bisa lagi bekerjasama dengan Rossi. Bukan rahasia publik lagi jika hubungan antara Porfuera dengan Rossi memang tidak harmonis.

Rossi dan Lorenzo kerap terlibat dalam perseteruan dan perang kata-kata. Puncaknya, pada musim lalau Lorenzo sempat mengkritik gaya balap Rossi yang terlalu agresif. Rossi pun membalasnya. Juara dunia kelas utama MotoGP tujuh kali itu mengatakan bahwa hampir semua pembalap di MotoGP memiliki gaya balap seperti dirinya. Bahkan, pada periode pertama Yamaha menduetkan Rossi dengan Lorenzo, mereka sempat terbagi menjadi dua oleh dinding pemisah karena panasnya rivalitas di antara dua pebalap mereka.

Bisakah Vinales Akur dengan Rossi?

Kini Lorenzo sudah hengkang ke Ducati. Tandem Rossi pun berganti menjadi sosok Maverick Vinales, mantan pembalap Suzuki. Memperoleh rekan setim baru bukan barang baru bagi Rossi. Sebelum Lorenzo dan Vinales, legenda MotoGP asal Italia itu pernah berbagi garasi dengan Tohru Ukawa (Honda 2002-2003), Carlos Checa (Yamaha 2004), Colin Edwards (Yamaha 2005-2007), dan Nicky Hayden (Ducati 2011-2012).

Di antara rekan setim Rossi, bisa dibilang hanya Lorenzo-lah yang pernah terlibat perseteruan dengan rider kelahiran Bologna tersebut. Hal itu terjadi kala Rossi membela Yamaha dalam dua periode, yakni tahun 2008-2010 dan 2013 hingga musim lalu.

Jika dirunut ke belakang, Rossi kerap terlibat dengan pembalap lain yang ia anggap bisa menghalangi peluangnya menjadi juara. Selain Lorenzo, pembalap lain yang kerap bersitegang dengan Rossi antara lain Sete Gibernau, Casey Stoner, dan tentu saja Marc Marquez.

Rossi seakan tidak suka dengan pembalap yang ‘mengganggu’ dirinya. Rossi juga tidak suka dengan pembalap ia anggap bisa menyaingi kehebatannya. Alasan itulah yang kemudian membuat Rossi terlibat perseteruan panas dengan Lorenzo dan Marquez.

Nah musim 2017 ini, Vinales datang sebagai tandem baru Rossi. Vinales menjadi pilihan Yamaha sebagai pengganti Lorenzo. Jika seorang pembalap dipilih langsung oleh Yamaha, berarti pembalap itu memang spesial.

Vinales datang ke Yamaha dengan catatan mengkilap. Pemuda berusia 21 tahun itu adalah Rookie of the Year 2015 bersama Suzuki. Musim 2016 lalu, Vinales mampu memperoleh satu kemenangan dan menduduki peringkat 4 dalam klasemen akhir MotoGP 2016. Track record yang dimiliki Vinales memang berpotensi membuat Rossi khawatir.

dua-sisi-vinales-dan-rossi-di-tim-yamaha

Pada debutnya di Yamaha, Vinales mampu tampil impresif pada tes pasca-musim di Valencia, November 2016 lalu. Hal ini seakan menegaskan bahwa Vinales datang ke Yamaha untuk mewujudkan mimpinya: menjadi juara dunia. Ambisi inilah yang bisa mengancam Rossi yang sedang memburu gelar juara dunia ke-10 di semua kelas. Jika Vinales tampil menggila dan tak ‘memandang’ Rossi sebagai senior, angan-angan Rossi untuk bisa meraih titel juara dunia MotoGP 2017 bisa buyar. Faktor ego dua pembalap hebat inilah yang bisa saja membuat situasi garasi Yamaha kembali memanas.

Semua Tergantung Sikap Vinales

Saat peresmian tim Movistar Yamaha di Madrid, Kamis (19/1) kemarin, Rossi menyatakan bahwa persaingan di tahun 2017 akan lebih sengit. Bahkan Rossi memprediksi Vinales bisa saja jadi penantang perburuan gelar juara dunia, selain dirinya, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Rossi: Vinales Bisa Jadi Kandidat Juara Dunia

Rossi sendiri sudah mengakui kemampuan Vinales. Menyadari hal itu, Rossi bahkan sempat mewanti-wanti Vinales untuk tidak mengganggu rencananya menjadi juara dunia tahun ini. Vinales boleh mengalahkan Marquez atau Lorenzo, tapi jangan coba-coba mengalahkan Rossi.

Konon, jika Vinales mau ‘mengalah’ dari Rossi terlebih dahulu, maka jaminan pembalap utama di Yamaha saat Rossi pensiun sudah pasti menjadi miliknya. Celakanya, Vinales adalah contoh anak muda yang memiliki semangat berapi-api. Ia menyatakan bahwa tidak akan mau terlibat dalam ‘permainan tim’. Ia menghormati Rossi sebagai legenda, tapi ia juga memiliki ambisi yang sama dengan Rossi: menjadi juara dunia. Kalau sudah begini, maka sikap Vinales di Yamaha akan sangat menentukan. Apakah Vinales mau mengalah demi Rossi? Ataukah justru Vinales yang akan dicatat sebagai ‘musuh’ Rossi berikutnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *