Dua Hal Ini Tabu Dilakukan Lorenzo Bersama Ducati

Kedatangan Jorge Lorenzo ke Ducati disambut antusias oleh tim asal Distrik Borgo Panigale, Bologna, Italia tersebut. Kehadiran Lorenzo pun kembali membuat Ducati menjadi optimis dalam menatap musim baru MotoGP. Namun Ducati pun juga membatasi gerak-gerik Lorenzo begitu ia resmi membela panji merah Ducati di lintasan balap MotoGP musim 2017.

dua-hal-ini-tabu-dilakukan-lorenzo-bersama-ducati

Ducati memang kembali optimis bahwa mereka bisa bersaing di papan atas pasca kehadiran Lorenzo. Sejauh ini, pengamat MotoGP menjagokan Porfuera akan mampu tampil kompetitif bersama Ducati. Juara dunia kelas utama 3 kali tersebut menjadi salah satu kandidat juara dunia MotoGP 2017 selain Marc Marquez (Repsol Honda), serta Valentino Rossi dan Maverick Vinales (Yamaha Factory Racing).

Meski menjadi salah satu pembalap favorit, namun tetap saja Lorenzo mendapatkan sejumlah peringatan dari mekanik Ducati yang bekerja di belakangnya. Salah satu sumber dari garasi Ducati menyebutkan bahwa adaptasi dengan motor Desmosedici GP17 tidak akan berjalan mudah.

“Lorenzo harus lebih agresif (saat memacu motor baru Ducati). Tapi, kami (Ducati) kini lebih tenang, karena dia telah menunjukkan adaptasi yang bagus sejak awal (di tes akhir musim Valencia),” tutur narasumber Ducati, seperti dilansir oleh laman Diario Gol.

Selain permasalahan teknis, Ducati pun juga telah mewanti-wanti Lorenzo agar ia mematuhi perintah tim, termasuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Pertama, Lorenzo harus menjaga sikap terhadap tifosi (fans) Ducati yang berbasis di Italia. Hal ini terkait kedatangan Lorenzo ke Ducati yang membuat salah satu pembalap kesayangan tifosi Ducati, Andrea Iannone, harus angkat kaki.

Disinyalir, masih banyak fans Ducati yang tidak terima dengan kepergian Iannone ke Suzuki, mengingat The Maniac sukses mempersembahkan satu kemenangan bagi Ducati pada musim ini. Oleh karena itu, jika Lorenzo ingin disayang tifosi Ducati, maka pembalap asal Spanyol itu harus lebih berprestasi dari Iannone.

Kemudian peraturan kedua yang harus dipatuhi oleh Lorenzo masih terkait dengan fans. Ya, Lorenzo diminta Ducati untuk sebisa mungkin tidak bersinggungan dengan fans Valentino Rossi di Italia. Bagaimanapun juga, Ducati dan Rossi sama-sama berasal dari Italia. Celakanya lagi, kebanyakan fans Rossi di Italia masih ‘dendam’ pada Lorenzo yang menggagalkan usaha idolanya untuk bisa meriah gelar juara dunia pada tahun 2015 silam.

Selain itu, tifosi Rossi pun juga masih menganggap Lorenzo sebagai musuh, mengacu pada rivalitas Rossi-Lorenzo selama tujuh tahun. Untuk itu, pimpinan Ducati telah menginstruksikan Lorenzo, agar tidak memasuki arena teater drama persaingan emosional secara terbuka dengan Rossi. Jika hal tersebut sampai terjadi, alamat Lorenzo dan Ducati tak dapat dukungan dari fans di Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *