Desmosedici GP17 Tanpa Winglet, Lorenzo Kesulitan Saat Menikung

Jorge Lorenzo mengaku mengalami kesulitan saat menikung karena tidak adanya winglet pada motor Ducati Desmosedici GP17. Hal itu ia ungkapkan usai Lorenzo dan Ducati melakoni tes pramusim kedua MotoGP 2017 di Sirkuit Phillip Island, Australia akhir pekan lalu.

desmosedici-gp17-tanpa-winglet-llorenzo-kesulitan-saat-menikung

Sayap tambahan alias winglet memang secara resmi sudah dilarang penggunaanya pada MotoGP 2017. Dengan regulasi baru yang melarang penggunaan winglet, salah satu tim yang paling dirugikan tentu saja Ducati.

Langkah antisipasi Ducati terkait pelarangan winglet sudah terlihat pada tes pramusim MotoGP 2017 di Sepang dan Phillip Island. Akhir pekan lalu di Phillip Island, Lorenzo menggeber Desmosedici GP17 tanpa winglet. Desain fairing GP17 yang digunakan Lorenzo di Phillip Island sama dengan desain GP17 saat tes di Sepang bulan lalu.

Tanpa winglet, tiga kali juara dunia MotoGP itu mengatakan bahwa ia merasa bisa lebih kencang ketika melaju di trek dengan karakter cepat seperti Phillip Island. Ia pun menutup tes hari terakhir di posisi kedelapan.

“Di Sepang, kami tidak begitu merasakan perbedaannya. Tapi di Phillip Island, saya merasakannya, terutama dengan hembusan angin,” tutur Lorenzo, seperti dilansir Motorsport.

“Pada gigi keenam, bagian depan mulai bergerak dan Anda perlu untuk memotong throttle (gas) lebih awal. Sepang lebih berkarakter stop-and-go dan kami tidak begitu merasakannya.

Sudah jelas bahwa Ducati yang paling canggih dalam hal itu (winglet). Dan dengan regulasi baru, Ducati kehilangan salah satu keunggulannya,” imbuhnya.

Kesulitan Saat di Tikungan

Meski mengaku bahwa GP17 sangat cepat di lintasan lurus, namun Lorenzo tetap merasa ada yang berbeda dari motornya karena ketidakadaan winglet. Lorenzo, yang masih beradaptasi dengan Desmosedici GP, juga mengaku masih ada sesuatu yang tidak benar. Ia terpaut 0,793 detik dari pembalap tercepat Maverick Vinales.

Kami telah membuat banyak kemajuan. Itu jelas, terutama pada hari terakhir. Sangat sulit untuk mengubah kebiasaan lama dan saya menganggap itu akan memakan waktu setiap kali,” ucap Lorenzo.

Lebih lanjut, Porfuera menambahkan kini tantangan yang harus ia hadapi adalah “menaklukkan” GP17 di tikungan.

“Motor ini membutuhkan gaya balap berlawanan, tapi begitu Anda memahaminya, maka Anda membuat langkah ke depan. Dengan ban baru, motor bekerja lebih baik. Tapi di trek ini, semua Ducati kesulitan,” ujar mantan pembalap Yamaha itu.

lorenzo-tes-pramusim-motogp2017-phillip-island

“Ini adalah trek di mana Anda melaju dengan kecepatan penuh pada trek lurus, yang merupakan keunggulan terbesar kami. Ini juga motor yang paling kesulitan karena hembusan angin. Kami tidak menikung dengan cara sama seperti lainnya,” tegas Lorenzo.

Ducati bisa dibilang sebagai pelopor penggunaan winglet sejak musim 2015. Pabrikan asal Italia itu menggunakan sayap tambahan yang dipasang pada fairing sebelah kanan-kiri untuk menambah downforce atau daya tekan ke bawah. Penggunaan winglet dipercaya bisa mengurangi wheelie saat motor melaju kencang di tikungan.

Dilarangnya winglet pada MotoGP 2017, membuat Ducati dan pabrikan lain harus mencari solusi pengganti winglet. Yamaha, Suzuki dan Aprilia mendesain ulang winglet pada motor baru mereka dengan menempatkan posisi winglet yang baru di dalam fairing. Namun hingga kini, Ducati belum mengkonfirmasi apakah mereka akan menggunakan desain fairing yang sama seperti Yamaha, Suzuki dan Aprilia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *