Semarang Segera Punya Sirkuit Bertaraf Nasional

Perkembangan dunia otomotif di Indonesia semakin menggeliat. Setelah Palembang bersiap menggelar MotoGP dan Surabaya tengah mempertimbangkan membangun sirkuit internasional untuk F1, kini Kota Semarang bersiap-siap untuk membangun sirkuit dengan level nasional. Semarang akan mengikuti jejak kota-kota besar lain di Tanah Air yang menjadi tuan rumah untuk pembalap-pembalap terbaik Indonesia.

semarang-segera-punya-sirkuit-bertaraf-nasional

Demi melancarkan pembangunan, Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang telah menganggarkan dana sebesar Rp 128 miliar untuk pembangunan sirkuit yang menurut rencana akan dibangun di Kecamatan Mijen. Tanah seluas 11 hektar pun sudah disiapkan guna membangun sirkuit yang akan menjadi arena balap terbesar di Jawa Tengah tersebut.

Rencananya pembangunan sirkuit berkelas nasional itu akan dibangun secara bertahap mulai tahun 2017 hingga 2019. Dengan sudah dianggarkannya pembanguan sirkuit itu, mimpi masyarakat Kota Semarang untuk memiliki sirkuit yang lebih representatif dan berskala nasional akan segera terwujud. Sebenarnya Semarang sudah memiliki sirkuit balap yakni di Kawasan PRPP. Hanya saja, sirkuit tersebut saat ini kondisinya sangat mengenaskan karena sering tergenang rob. Saat ini sirkuit itu sudah jarang sekali digunakan.

Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan bahwa pada tahun 2017 anggaran sebsar Rp 50 miliar sudah disiapkan, dan sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2018-2019.

Lebih lanjut Agus menyatakan bahwa pembangunan Sirkuit Mijen sudah sesuai dengan fungsinya, yakni sebagai wadah minat bakal warga Semarang khususnya dan Jawa Tengah umumnya terhadap olahraga balap motor.

“Sirkuit balap akan dimanfaatkan untuk drag race dan balap motor. Beberapa bagian sirkuit akan dibangun terutama pada bagian tribun utama, tribun mini, paddock, track road, akses masuk dan pelataran parkir,” terang Agus.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengaku, melihat kebutuhan banyaknya balapan liar, kenakalan remaja dan tak representatifnya sirkuit yang ada pembangunan Sirkuit yang lebih layak menjadi salah satu kebutuhan.

“Sirkuit balap Mijen sudah lama digadang-gadangkan sejak 2015 lalu lantaran prihatin melihat banyaknya aksi balap liar di jalanan,”ujar Supriadi, seperti dikutip dari laman SindoNews Sports, Rabu (3/1).

Dengan adanya sirkuit bertaraf nasional, Supriyadi berharap Pemkot Semarang juga turut serta menggelar kegiatan atau event balap secara berkala di Kota Semarang.

“Setelah sirkuit selesai dibangun hendaknya pemkot untuk bisa merawat agar tidak mangkrak atau terlihat kumuh. Ini yang sering terjadi, fasilitas umum setelah dibangun tapi luput dari maintenance, harus diperhatikan perawatannya agar awet,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *